[x] close Agen SBOBET
[x] close Agen Judi Online
Agen Judi Terbesar
Berita Bola | Jadwal sepakbola |  Prediksi Bola | Hari Ini
situs303 bisabet Royal99bet Betme88

Moratti Perlakukan Saya Seperti Seorang Mafia

Massimo Moratti

Vieri: Moratti Perlakukan Saya Seperti Seorang Mafia namun Saya Selalu Mencintai Inter – Mantan pemain serang itu mengatakan bahwa dirinya sendiri merasa sedih dengan bagaimana cara dia pergi meninggalkan klub pada tahun 2005 lalu, meskipun begitu sang mantan pemain tetap bersikeras mengatakan bahwa dia tidak akan pernah bisa membenci mantan klubnya yang bermarkas di Giuseppe Meazza itu.

Mantan pemain bintang andalan Inter Milan yaitu Christian Vieri mengatakan bahwa Massimo Moratti itu memperlakukan dirinya layaknya seperti seorang mafia di akhir dari karirnya bersama dengan klub yang berlaga di Liga Serie A Italia tersebut.

Vieri sendiri telah menghabiskan waktu selama enam musim lamanya bersama dengan klub raksasa asal Italia tersebut antara tahun 1999 hingga tahun 2005 lalu, dalam karir bermain yang bisa dikatakan nomaden, sementara itu Moratti merupakan presiden dari Nerazzurri pada tahun 1995 sampai 2013 kemarin.

Mantan pemain tim nasional Italia itu mendapatkan kontraknya berakhir setelah berjuang dengan masalah cedera dan dia dengan jujur mengakui bahwa dia merasa sedih pada bagaimana cara karirnya berakhir di klub tersebut.

“Itu benar-benar memalukan bahwa itu berakhir dengan satu cara tertentu. Saya itu mencintai Inter, saya memberikan segalanya (ke klub). Saya bahkan akan membunuh demi seragam Nerazzurri, setiap hari.”

“Pada sesi latihan itu saya merupakan orang pertama yang datang dan juga orang yang terakhir yang pulang. Saya tidak pernah menahan diri. Hubungan saya bersama dengan Moratti itu khusus, kuat, dan amat sangat kuat.”

“Kami berbicara beberapa kali dalam sehari, bahkan pada jam tiga pagi, kami berbicara tentang semuanya. Itu membuat saya merasa seperti menjadi bagian dari keluarga.”

“Jadi kamu memahami kekecewaan yang mengerikan ketika saya menemukan bahwa saya dibayangi dan bahkan dicegat. Yah, ini merupakan hal yang kamu lakukan dengan mafia.”

“Akan tetapi saya tahu bagaimana hal tersebut terjadi, khususnya di sepak bola. Itu sudah cukup untuk berbicara kepada saya secara langsung, dan saya tidak akan memiliki masalah pergi dengan hubungan yang baik.”

Terlepas dari kekecewaannya pada cara dia pergi meninggalkan Inter, Vieri bersikeras mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki dendam jangka panjang mengenai klub dimana dirinya menikmati masa terbaik dalam karirnya.

“Saya tidak pernah bisa membenci Inter, Itu sudah jelas bagi semua orang. Tidak mungkin, itu merupakan tahun-tahun terbaik saya. Saya menderita, bersukacita dan juga merasakan emosi yang saya tidak pernah alami lagi di tempat lain.”

“Itu semua merupakan emosi yang unik karena kami hidup melalui itu bersama dengan fans. Kami adalah yang terkuat, dan kehadiran itu di sekitar kami.”

“Saya ingat datang di stadion satu jam setengah sebelum Inter Verona, akan tetapi di dalam sudah ada 85.000 orang yang meneriakkan nama kamu. Hal-hal seperti ini membuat kamu merinding, tidak mungkin untuk dijelaskan.”