[x] close Agen SBOBET
[x] close Agen Judi Online
Agen Judi Terbesar
Berita Bola | Jadwal sepakbola |  Prediksi Bola | Hari Ini
situs303 bisabet Royal99bet Betme88

Melirik Pembinaan Pemain Muda Brisbane Roar

Melirik Pembinaan Pemain Muda Brisbane Roar

Melirik Pembinaan Pemain Muda Brisbane Roar    – Brisbane Roar baru saja meraih gelar juara A League pekan lalu untuk yang ke 3 kalinya dalam selang waktu 9 tahun kompetisi A League berlangsung. Brisbane mampu mengandaskan perlawanan Western Sydney Wanderers dengan skor 2-1 melalui babak perpanjangan waktu pada partai puncak. Dengan kemenangan ini, Brisbane menjadi klub dengan raihan terbanyak dan melebihi Melbourne Victory dan Sidney FC.

Sukses tersebut tentu saja bukan sebuah kebetulan. Brisbane sudah mulai berkembang menjadi klub papan atas di Australia dalam kurun waktu sekitar 4 tahun ini. Klub ini sebelumnya memiliki nama Queensland Roar dan baru terjun ke A League pada musim 2005/06. Dan pada tahun 2009 akhirnya remsi mengganti nama menjadi Brisbane Roar.

Pada musim 2010/11 sendiri kedatangan pelatih Ange Postecoglou membuat Brisbane mampu tampil impresif dan terus berada di puncak klasemen musim reguler dengan hanya mengalami kekalahan sebanyak 1 kali dari 30 laga. Laju Brisbane sendiri tidak terbendung dan akhirnya sukses merebut gelar juara di babak Final. A League sendiri menggunakan 2 babak kompetisi dimana system reguler dengan sistem round robin dan juga babak final yang diikuti sekitar 6 tim.

Brisbane sempat mengalami kesulitan keuangan yang nyaris saja membuat mereka harus kehilangan lisensi. Untungnya nasib mereka bisa terangkat usai Bakrie Group membeli Brisbane Roar di akhir tahun 2011. Dan pada musim berikutnya Brisbane dengan gemilang mampu mempertahankan gelar mereka. Mereka mampu menaklukkan Perth Glory dengan skor 2-1

Dua pencapaian ini jelas membuat masyarakat sepakbola Australia merasa bangga. Ketika asosiasi Australia (FFA) tidak kunjung puas dengan penampilan The Socceroos di bawah kepemimpinan Holger Osieck, Postecoglu akhirnya dipilih sebagai pengganti. Ketika itu sendiri Postecoglu sedang melatih Melbourne Victory.

Hengkangnya Postecoglu tidak melemahkan kekuatan Brisbane. Pondasi klub jelas sudah terbentuk dan juga memiliki beberapa pemain termasuk program pengembangan pemain muda. Ada sekitar 12 pemain dari 26 skuat mereka di musim ini yang masih berada di bawah 23 tahun. Para pemain debutan termuda sendiri dicatat oleh bomber Patrick Theodore yang baru berusia 18 tahun. Itu pun pada tanggal 16 Mei nanti.

Sosok di balik hebatnya sepak bola Brisbane adalah Ken Stead. Pria Skotlandia ini pindah dari ranah Britania ke Queensland selang 25 tahun lalu. Stead memang memiliki kegemaran melihat aspek detail di dunia olahraga. Dan jelas Stead akan melihat pergerakan pemain. Stead sendiri juga meraih gelar sarjana dan akhirnya mulai membimbing pemain tenis hingga sepak bola.

Masuknya Kevin Keegan kala menggantikan peran Joe Royle di kursi manajer Manchester City di tahun 2001 akhirnya menggagalkan impiannya guna berkarier di akademi klub Inggris tersebut. Stead sendiri akhirnya bergabung ke Coventry City selama lebih dari 3 tahun. Manchester United sendiri sempat meminta Stead untuk bergabung. Namun ia menolak disebabkan United masih belum siap guna mengubah pola latihan yang sudah mereka terapkan.

Usai menolak tawaran United, ia melanjutkan karier di Timur Tengah. Stead sendiri akhirnya mendapatkan tawaran dari Brisbane ketika ia sedang berada di Inggris pada tahun 2008. Mike Mulvey yang kala itu melatih akademi olah raga Queensland mengaku tertarik dengan konsep Stead dan ingin mencoba menerapkannya di Akademi Olahraga Queensland. Tak pelak Brisbane Roar sendiri yang dilatih oleh Postecoglou mengajak Stead guna masuk ke dalam staf kepelatihan Brisbane Roar.

Stead sendiri saat ini dipilih sebagai Direktur Sepakbola Brisbane. Untuk menyusun pendekatan program kepelatihannya tersebut Stead memang mempunyai visi yang cukup holistik. Sebuah visi yang didasarkan kepada pengembangan pemain. Stead mengatakan bawa Brisbane mempunyai pendekatan holistik kepada seluruh pemain di Brisbane Roar ini. Untuk mengembangkan para pemain yang cukup spesial, tentu dibutukan perhatian kepada perkembangan personalnya. Dan salah satunya dengan melakukan pengajaran bahasa Inggris. Stead mengatakan bahwa Brisbane juga bekerja sama dengan universitas lokal aga rmemudahkan para pemain mereka mampu menguasai bahasa Inggris. Dan hal ini jelas bisa membantu para pemain untuk memahami pelatih dan juga rekan setim dan beradap tasi dengan lingkungan.

Saat ini sendiri ada 3 pemain muda Indonesia berada di skuad Brisbane Roar yang merupakan kebijakan dari klub untuk mengembangkan pembinaan pemain muda. Ke 3 pemain tersebut adalah Yandi Sofyan, Vicky Melano, dan juga Junda Irawan yang masuk ke dalam radar Brisbane Roar tersebut. Stead mengungkapkan bahwa kualitas kepelatihan yang meningkat mulai dari National Youth League hingga National Premier League sendiri jelas akan meningkatkan standar mutu dari permainan sepak bola Australia itu sendiri. Artinya saat ini tentu lebih banyak tim dari A League yang sangat percaya diri guna menurunkan para pemain muda mereka.

Stead sendiri menambahkan bahwa saat ini banyak klub besar dari Eropa yang sudah mengirimkan tim pemandu bakat mereka untuk mencari para pemain muda Australia. Salah satunya adalah proses transfer Kwame Yeboah dari Brisbane Roar ke tim asal Bundesliga Jerman Borussia Monchengladbach. Australia dan juga Brisbane Roar memang memiliki program yang cukup maju mulai dari pelatihan aspek teknis hingga pengondisian sepakbola serta pencegahan cedera dan juga analisis pertandingan.”

Kompetisi National Youth League sendiri merupakan ajang kompetisi tim cadangan yang sudah mulai diperkenalkan mulai tahun 2008. Dan kompetisi ini mampu menjadi wadah untuk melakukan pengembangan para pemain muda. Sedangkan National Premier League sendiri merupakan kompetisi kasta kedua dimana 92 klub ikut berkompetisi yang dibagi ke dalam 8 wilayah. Tim muda Brisbane sendiri turun di kasta ini. Dan ke 3 pemain Indonesia di bimbing di kompetisi ini.

Program pembinaan para pemain muda Brisbane Roar memang menjadi salah satu pioneer untuk membimbing para peman muda tersebut. Ken Stead sendiri bersama Jeff Hopkins yang melatih tim Brisbane Taruna, mengatakan bahwa rencana pembinaan para pemain muda sudah terimplementasi di dalam Kurikulum Nasional. Brisbane Roar sendiri jelas mendapatkan keuntungan yang sangat besar dari kurikulum nasional ini. Mereka jelas sudah mengembangkan program yang sesuai dengan kebutuhan dari Brisbane itu sendiri. Gaya permainan dan juga pengembangan sepak bola Brisbane sendiri didapat dari percampuran tiki-taka yang khas di skuad Barcelona dan juga gaya total football ala Belanda. Dan jelas membuat Brisbane menjadi salah satu tim sukses.

Sementara untuk para pemain muda Indonesia, berkembang di liga yang sangat kompetitif seperti A League jelas bukan hanya sekadar mampu berbahasa Inggris saja. Menurut Stead lagi bahwa para pemain Indonesia memiliki banyak kelebihan. Namun tentu saja masih ada beberapa aspek penting yang harus dikembangkan.

Menurut Stead sendiri para pemain Indonesia sendiri memiliki gairah dan juga rasa cinta yang sangat besar di dunia sepakbola. Para pemain Indonesia mempunyai kemampuan teknik yang cukup berkualitas dan juga indah serta mampu bermain dengan penuh semangat. Mereka sendiri juga senantiasa mampu memuaskan para pelatih dan juga mudah beradaptasi dengan rekan-rekan di tim Brisbane Roar ini. Hanya tinggal permasalahan nutrisi, prosedur pemulihan cedera dan juga game awareness serta mengembangkan teknis yang harus di perhatikan.

Stead sendiri memuji penampilan Yandi, Vicky, dan juga Junda yang menurutnya memiliki aspek teknis yang cukup baik. Dan mereka bertiga sendiri sedang dalam tahap di pembinaan pemain muda Brisbane Roar. Menurut Stead A-League membutuhkan fisik yang cukup kuat. Oleh sebab itu Yandi, Vicky, dan juga Junda harus mampu mengembangkan aspek fisik dari pengkondisian sepakbola di A League ini. Kemampuan bertarung selama 90 menit harus dilakukan.

Pembinaan pemain muda sendiri merupakan jalan yang panjang. Dan jelas tidak mungkin hanya setahun saja bisa dipetik usai menanam bibit. Dan tentu saja harapan untuk melihat 3 pemain muda Indonesia untuk bermain di A League bersama Brisbane Roar jelas sangat dinantikan. Stead sendiri mengaku bahwa mereka masih terlalu dini guna turun dan juga bersaing di A League. Ke 3 pemain Indonesia ini sekarang sedang bermain dan berlatih bersama para pemain muda lainnya yang sedang ia persiapkan guna membela Brisbane Roar di kompetisi A League. Stead menambahkan bahwa ke 3 pemain ini memiliki kualitas individual dan juga karakter yang dibutuhkan oleh para sepakbola profesional. Dan jika mampu berkembang dengan baik, bisa jadi kesempatan mereka akan cukup besar.